INDAH'a UKHUWAH KELUARGA IRMAS

Selasa, 07 Mei 2013

ARTIKEL ISLAMI>> Gadis Penjual Bunga (Makna Sebuah Pekerjaan)

Gadis Penjual Bunga (Makna Sebuah Pekerjaan)

Seorang eksekutif muda sedang
beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis
kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.

”Om beli bunga Om.”

”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar
eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.

”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.

Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu
keasikannya si pemuda berkata,
”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu.”

Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian
beralih ke orang-orang yang lalu
lalang di sekitar kafe itu. Setelah
menyelesaikan istirahat siangnya, si pemuda segera
beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali
mendekatinya.

”Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu
tangkai saja.”

Bercampur antara jengkel dan kasihan si pemuda mengeluarkan
sejumlah uang dari sakunya. “Ini uang 2000 rupiah buat kamu.

Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,”
ujar si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil.

Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana. Pemuda itu keheranan dan
sedikit tersinggung.

”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan
kepada pengemis?”

Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab,
”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”


Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah
sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun
akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua
bunga-bunga itu, bukan karena
kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu.


Tidak jarang kita menghargai
pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima.
Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi
kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan
sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan
begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang
pantas kita perjuangkan


 Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=239120139562430&set=a.193237904150654.45590.190490424425402&type=1&relevant_count=1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar